Jumat, 25 April 2025

Philosopy Class - day 7

Menggali Epistemologi Dalam Filsafat Ilmu

—23 April 2025


Seventh class of Filsafat Ilmu yang diampu oleh Bapak Prof.Dr.Ngainun Na'im, S.Ag,M.HI. Pada dua  pertemuan sebelumnya, kita sudah membahas tentang 2 dari 3 cabang filsafat yaitu "Ontologi", dan "Aksiologi", selanjutnya pada pertemuan ketujuh ini kita membahas tentang cabang filsafat yang terakhir yaitu, "Epistemologi".


Epistemologi
Epistemologi, merupakan cabang filsafat yang membahas sumber, struktur, metode, dan validitas pengetahuan. Tentang dari manakah sumber pengetahuan, strukturnya, bagaimana metode untuk mendapatkannya, dan validitas ilmu pengetahuan.

Dalam pembahasan ini, bapak Ngainun Na'im, sedikit menyinggung tentang salah satu tokoh ilmuwan Islam yaitu "Ibnu Sina", yang mana merupakan dokter terbaik di zamannya (Daulah Abbasiyah). Selain ahli di bidang kedokteran, Ibnu Sina juga mempunyai segudang keahlian lain yaitu, ia merupakan seorang penghafal Al-Qur'an (Hafidz), dan juga ahli tafsir. Pertanyannya adalah, bagaimana dia bisa melakukan hal tersebut? ada beberapa faktor yang melatarbelakanginya, yaitu diantaranya:

1) Belum Ada HP (Distraksi)
Di zaman tersebut, teknologi belum terlalu berkembang, belum banyak distraksi dari teknologi sehingga manusia bisa fokus belajar dengan baik. Berbeda dengan sekarang, dengan kemajuan teknologi yang tanpa batas, seperti munculnya "HP". Sebenarnya, teknologi "HP" ibarat pisau bermata 2, ia bisa bermanfaat bagi manusia untuk menunjang pembelajaran jika digunakan dengan tepat, namun sebaliknya bisa menjadi distraksi terbesar bila kita tidak bisa mengntrolnya dengan baik. Contohnya adalah ketika kita kecanduan scroll sosmed sampai lupa waktu, sesungguhnya tiap detik yang terbuang itu sangat berharga jika digunkan untuk hal yang baik, salah satunya dengan belajar.

2) Di Zaman Dulu Ilmu Belum Terlalu Berkembang
Di zaman dahulu dimana ilmu belum terlalu berkembang, orang-orang hanya mempelajari ilmu secara umum saja, sehingga tidaklah sulit untuk menjadi orang yang ahli di bidang tertentu. Berbeda dengan zaman sekarang dimana ilmu pengetahuan sudah berkembang pesat, semakin orang mendalami/mempelajari bidang ilmu tertentu, maka akan semakin terbatas ilmu yang ia ketahui, karena ia hanya akan terfokus pada ilmu yang ia pelajari. 


Epistemologi dan Etika
Sebenarnya epistemologi punya beberapa cabang yaitu salah satunya adalah "Etika". Etika berkaitan dengan apakah tujuan hidup manusia. Menurut etika, tujuan hidup manusia hanyalah satu, yaitu mencari "Kebahagiaan". Seperti apakah wujud kebahagiaan itu? Bapak Ngainun Na'im memberikan contoh sederhana yaitu dengan "berbuat baik". Berbuat baik adalah tentang bagaimana kita bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dan menghindari "wasting time".


Objek Pengetahuan Sains
Merupakan objek yang dijadikan sasaran pembelajaran dalam pengetahuan sains, yaitu semua hal yang bersifat "Empiris"/yang bisa dicandra oleh panca indra (dilihat, dicium, didengar, diraba, dan dirasakan), seperti semua yang termasuk dalam struktur sains yaitu alam, sosial, dan humaniora. Ini merupakan salah satu elemen terpenting untuk memperoleh ilmu pengetahuan, sesuai dengan prinsip epistemologi.

Kita ambil salah satu contoh sederhana yaitu "Angin", meskipun ia tidak dapat dilihat, namun masih bisa dirasakan oleh kulit.
Note: Syarat untuk bagaimana suatu hal bisa menjadi empiris adalah harus "Rasional"/masuk akal.


Humanisme
Pasti muncul dalam benak kita, sebenarnya bagaimanakah cara untuk memperoleh penetahuan sains? yaitu, dengan berkembangnya sains. Lalu, bagaimana sains bisa berkembang? jawabannya adalah "Humanisme", suatu paham filsafat yang mengajarkan bahwa manusia mampu mengatur dirinya dan alam sekitarnya.

Beberapa contoh perkembangan sains yang dapat kita rasakan yaitu:
  1. Spidol, sebagai perkembangan dari kapur tulis. Dimana manusia mulai menginginkan alat tulis yang lebih fleksibel dan bersih
  2. Kipas angin, yang muncul sebagai respon manusia untuk menghadapi cuaca yang semakin panas
  3. Taman Hijau di Kota, bentuk pengendalian diri manusia dan lingkungan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngomongin Komunikasi

 Cari Tahu Keterkaitan antara Teori Penetrasi Sosial dan Teori Regulasi Diri Sahabat komunikasi, pernah nggak sih ngerasain fase dimana lagi...