Cari Tahu Keterkaitan antara Teori Penetrasi Sosial dan Teori Regulasi Diri
Sahabat komunikasi, pernah nggak sih ngerasain fase dimana lagi ngebuka diri buat kenalan sama orang baru, tapi kalian tuh tetep bisa ngatur batasan agar pendekatannya seimbang dan gak berujung ke oversharing. Nah ternyata, jika dikaji lewat kacamata komunikasi, fenomena ini tuh merupakan penerapan dari teori Penetrasi Sosial dan Teori Regulasi Diri lohhh. So, gimana sih keterkaitan antara 2 teori tersebut? cuzzz kepoin penjelasan di bawah ini yaaaa!!!!!
Asal Usul Teori: Gimana sih Mereka bisa Lahir?
- Teori Penetrasi Sosial (Altman & Taylor). Teori ini lahir buat ngamatin, gimana sih hubungan antar individu manusia bisa terbentuk. Teori ini, diibaratkan kayak bawang. Di mana, lapisan-lapisan bawang melambangkan tingkat keintiman yang berbeda. Awalnya, kita cuma berbagi informasi yang ringan-ringan saja (lapisan luar), kemudian seiring waktu kita mulai mengungkapkan informasi yang lebih pribadi dan mendalam (lapisan luar).
- Teori Regulasi Diri (Bandura). Teori ini muncul buat nyari tahu gimana sih kemampuan individu untuk ngendaliin perilaku mereka sendiri lewat proses yang bertahap, mulai dari pengamatan diri, penilaian, dan reaksi diri.
Gimana Mereka bisa saling Berhubungan?
Jika diterapin dalam kehidupan sehari-hari, kedua teori ini tuh ibarat sahabat sejati yang gak bisa berdiri sendiri dan saling nyambung satu sama lain. Seperti pada kasus yang aku bahas di awal tadi, buat kenalan sama orang baru, tentunya kita gak langsung nyeritain semua informasi dari diri kita. Perlu waktu yang bertahap dari yang awalnya ngomongin hal-hal yang ringan dan dangkal (nama, alamat, hobi, kesukaan), hingga akhirnya mulai ngungkapin hal yang lebih intim dan mendalam (pandangan hidup, masalah, keluarga, dll).
Nah, buat nentuin sejauh mana batasan informasi yang perlu diungkapkan, disinilah Teori Regulasi Diri ambil peran. Lewat teori inilah kita bisa ngontrol sikap dan perilaku kita, tentang "apa aja sih informasi yang seharusnya aku bagi?" atau "udah waktunya atau belum ya buat nyeritain ini?". Dengan regulasi diri, kita juga mantau apakah yang kita lakuin udah bener? dan gimana kita bereaksi dengan respon lawan bicara kita.
Kesimpulan
Jadi, dengan Teori Penetrasi Sosial kita jadi paham tentang gimana sih tahapan dan proses kedekatan hubungan antar manusia, kemudian dengan Teori Regulasi Diri kita bisa ngontrol perilaku dan batasan yang kita inginkan. So, kedua teori ini tuh hadir buat saling ngelengkapin satu sama lain, dan mastiin komunikasi berjalan dengan baik dan efektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar