Kamis, 17 April 2025

Philosopy Class - day 6

 Mengulik Aksiologi Dalam Filsafat Ilmu

—16 April 2025


Sixth class of Filsafat Ilmu yang diampu oleh Bapak Prof.Dr.Ngainun Na'im, S.Ag,M.HI. Jika pada pertemuan sebelumnya, kita membahas tentang salah satu cabang filsafat yaitu "Ontologi", maka pada pertemuan keenam ini kita membahas tentang cabang filsafat yang lain yaitu, "Aksiologi". 


Aksiologi
Aksiologi, merupakan cabang filsafat yang menjelaskan antara lain kegunaan/manfaat ilmu pengetahuan. Tentang apa kegunaannya/manfaat/kontribusinya maupun dampaknya pada kehidupan manusia.


Implikasi Aksiologi
Peran Aksiologi pada kehidupan manusia, dapat kita lihat pada perkembangan teknologi dan sains di masa sekarang ini. Bagaimana suatu teknologi dapat berkembang, tentu saja adalah karena "Teori." Teori merupakan ekstraksi realitas secara singkat. sederhananya, teori merupakan kumpulan panduan/penjelasan yang membantu kita untuk memahami persoalan-persoalan tentang alam. Sains dan teknologi bersumber dari teori. Sedangkan teori, tidak akan exist tanpa adanya kesadaran akan ilmu pengetahuan. Dari situlah dapat kita simpulkan bahwa ilmu pengetahuan bermanfaat/berdampak pada munculnya berbagai teori-teori, yang nantinya akan berpengaruh pada perkembangan teknologi dan sains.

Namun dewasa ini, pesatnya perkembangan teknologi utamanya dalam bidang komunikasi, agaknya berdampak pada semakin hilangnya ruang pribadi pada masyarakat. Kemudahan dalam transmisi informasi di era ini, menyebabkan tidak adanya batasan yang pasti dalam hal publikasi. Masyarakat saat ini cenderung kehilangan ruang privasi mereka, karena apapun yang masuk di media sosial sudah tidak lagi termasuk ranah personal


Fungsi Teori dan Sains
Sains memiliki 3 fungsi yang sangat krusial dalam perkembangan peradaban manusia, diantaranya yaitu: 

1) Eksplanasi
Yaitu untuk menjelaskan fenomena-fenomena dengan ilmu pengetahuan.
Contoh: ilmu pengetahuan untuk menjelaskan alasan/penyebab mengapa sekarang suhu di bumi menjadi semakin panas dan cuaca tidak menentu, tidak sesuai dengan perkiraan waktu. Menurut sains, ini disebabkan oleh pemanasan global, yang merupakan akibat dari keegoisan manusia itu sendiri, seperti banyaknya penggundulan hutan untuk alih lahan, penggunaan alat pendingin seperti ac, dan produksi plastik yang berlebihan/di luar batas normal, yang dapat berakibat pada perusakan lapisan ozon bumi, yang membuat paparan radiasi sinar ultra violet (UV) semakin meningkat. 

2) Meramalkan/Memprediksi
Yaitu untuk memperkirakan kenyataan di masa depan dengan melihat penyebabnya, dengan beracuan pada ilmu pengetahuan. 
Contoh
  • Kemungkinan 5 tahun kedepan, orang-orang tidak akan tahan berdiam di dalam ruangan tanpa AC, melihat sekarang suhu udara di bumi semakin meningkat (panas), akibat dari pemanasan global.
  • Memprediksi kesuksesan kita. Orang yang bangunnya pagi cemderung memiliki peluang lebih besar untuk sukses, karena mereka merupakan orang yang lebih produktif, dan menggunakan waktu sebaik mungkin untuk merencanakan hari dan menentukn tujuan.
Note: Dalam konteks sains, prediksi ditentukan oleh 3 hal:                                                                         
1) Kekuatan Teori: Semakin kuat kebenaran suatu teori, maka akan semakin tinggi pula keakuratan suatu prediksi

2) Kepandaian dan Kecerdasan ilmuan: Keterampilan ilmuan dalam hal mengolah suatu data

3) Ketersediaan Data: Tanpa data yang cukup, suatu teori tidak akan bekerja secara maksimal dalam memprediksi sesuatu

3) Alat Pengontrol
Setelah memahami fungsi pertama dan kedua, maka lakukan fungsi ketiga.
Contoh: Melihat keadaan bumi sekarang ini yang semakin panas karena pemanasan global, dan prediksi orang-orang yang kemungkinan beberapa tahun ke depan tidak akan tahan di dalam ruangan tanpa AC, maka kita bisa mengontrol keadaan itu dengan cara melakukan reboisasi (penghijauan), kurangi penggunaan plastik, alat pendingin, dan hal-hal yang dapat merusak lapisan ozon bumi. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngomongin Komunikasi

 Cari Tahu Keterkaitan antara Teori Penetrasi Sosial dan Teori Regulasi Diri Sahabat komunikasi, pernah nggak sih ngerasain fase dimana lagi...