Jumat, 14 Maret 2025

Philosophy Class - day 1

First class 5-3-3025, di ruang dengan nomer kode 2.3 gedung AM lantai 2. Dimulai dengan bapak dosen Ngainun Naim yang sedikit terlambat karena masih ada kelas lain. Karena kebetulan saat ini sedang memasuki bulan puasa. Jadi, selain mempelajari topik yang katanya berat (filsafat) hehehehe, kita juga harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah-tengah panasnya cuaca serta haus dan lapar yang menggempur. 

Pada pertemuan pertama ini, Beliau tidak langsung memulai kegiatan belajar mengajar secara intensif. Melainkan, memulainya dengan menceritakan sedikit tentang diri beliau dan sekilas mengulang kembali tentang apa itu filsafat secara dasar dan urgensi belajar filsafat. Ketika mendengar kata "filsafat", kebanyakan orang mungkin akan langsung berpikir bahwa itu adalah hal yang membuat kita mumet, jadi pesan dari beliau adalah cintai lah dulu matkulmu, terlepas dari apakah matkul itu sulit atau mudah. Karena, jika kita mencintai sesuatu, maka sesuatu itu akan menjadi gampang. Seperti halnya arti dari "filsafat" itu sendiri yang berarti "cinta kebijaksanaan", maka kita juga harus mencintai filsafat dulu agar membuatnya jadi lebih mudah (plssss ga ngaruh๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜ƒ). 

Beberapa pelajaran yang dapat saya ambil dari pertemuan pertama ini adalah : 

  1. Pertama, kita sejatinya harus dan wajib untuk mempelajari filsafat, karena filsafat mengajarkan kita untuk selalu berpikir dahulu, sebelum bertindak. Seperti artinya yang "mencintai kebijaksanaan", maka dengan mempelajarinya, kita akan menjadi orang yang bijaksana dalam setiap tingkah laku kita. 
  2. Kedua, beliau juga menjelaskan bahwa filsafat mengajak kita untuk berfikir secara kritis, sistematis, metodologis, dan logis. Ini sangat penting apalagi di era sekarang yang mayoritas orang-orangnya bertindak tanpa berpikir dahulu dan hanya mementingkan popularitas (viral aja duluu๐Ÿ˜Š), juga untuk mencegah kita termakan hoax dengan selalu berpikir kritis dan logis. 
  3. Ketiga, filsafat juga dapat membantu kita untuk menentukan/menemukan kebenaran. Kebenaran dibagi menjadi 2, yaitu kebenaran mutlak/absolut dan kebenaran relatif. Kebenaran mutlak adalah kebenaran yang sudah pasti dan tidak dapat dinganggu gugat (contoh : babi haram dan sudah tertulis dalam Al -Qur'an). 

Penjelasan dari Bapak dosen Ngainum naim disampaikan dengan sangat baik dan mudah dimengerti. Nada bicaranya yang santai saat menjelaskan, Tak lupa pula sedikit selipan lawakan untuk mencairkan suasana, membuatnya tidak monoton dan enak untuk didengar. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ngomongin Komunikasi

 Cari Tahu Keterkaitan antara Teori Penetrasi Sosial dan Teori Regulasi Diri Sahabat komunikasi, pernah nggak sih ngerasain fase dimana lagi...